Dari Game Safety Riding Hingga Kumpul-Kumpul Bikers
Â
Sisi lain gelaran Yamaha Cup Race seri Sumatera yang diadakan di LANUD PoloniaMedan (4/07). Juga dimeriahkan dengan kegiatan game safety riding dan sesi kumpul bersama dengan berbagai klub dan komunitas motor Yamaha daerah Medan dan sekitarnya.
ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merk) sepeda motor, berkewajiban memberikan pelatihan keselamatan berkendara atau yang lebih familiar dikenal orang dengan istilah safety riding. Woro-woro saja tidak cukup tanpa aksi nyata. Apalagi kalau hanya diiklankan saja. Pake helm dong!. Hemm…Perlu lebih dari sekedar dari itu, agar pengendara mengerti basic berkendara yang aman dan benar.
Lantas bagaimana mengemas sesuatu yang resmi, seperti pengenalan safety riding bagi masyarakat luas, tanpa terasa menggurui? Tentu bukan hanya dengan workshop, seminar atau acara-acara formal lainnya. “Yamaha Safety Riding Science (YSRS) mengemas pengenalan safety riding dalam bentuk game, tujuannya agar masyarakat tidak jenuh, namun tetap dapat mengerti betapa pentingnya safety riding. Output-nya diharapkan pengendara yang sudah mencoba game ini dapat berkendara secara aman untuk diri sendiri dan orang lain.” Pungkas Dedy Hakim, Instruktur YSRS Medan.
Safety riding bukan hal baru di dunia sepeda motor Indonesia, secara resmi pemerintah melegalkan safety riding melalui UU No 22 tahun 2009. istilah safety riding pun menyeruak kepermukaan, mengingat sekarang ini jumlah kecelakaan berkendara semakin meningkat. Seperti apa bentuk game-nya? Dengan jelas Dedy menjelaskan sebagai berikut:
1. Peserta diwajibkan mengenakan safety riding gear yang telah panitia siapkan (helm, perisai lengan tangan dan lutut, kaos tangan dan sepatu)
2. Peserta menaiki motor, kemudian memasuki area kotak keseimbangan 1,50X3m
3. Setelah memasuki area keseimbangan pertama, peserta memasuki area keseimbangan kedua yang berbentuk papan dengan lebir 50 cm, panjang 3 m. (point 2 dan 3 dihitung yang paling lambat diatas sepeda motor tanpa jatuh, semenjak ban belakang memasuki area keseimbangan sampai ban depan turun.
4. Peserta memasuki area Zig Zag, dinilai berdasarkan yang paling cepat sampai garis finish, tanpa kaki terjatuh dan tanpa menabrak pilon.
Selain sarana yang efektif untuk meningkatkan bekal safety riding, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas berkendara secara benar. Kehadiran game ini cukup mendapatkan respon yang positif dari peserta yang kebanyakan anggota klub dan komunitas motor Yamaha daerah Medan. Apalagi game ini tidak hanya dilaksanakan saat YCR saja. Lebih jauh game ini sudah diperkenalkan di sekolah-sekolah SMU sederajat, khususnya wilayah Medan dan sekitarnya ” Kami melaksanakan kegiatan ini di setiap- event Yamaha dan di beberapa sekolah, mengingat sekarang ini, banyak pelajar yang sudah mengendarai sepeda motor” Ungkap Dedi lagi.
Tentu setiap game ada hadiahnya, seperti yang terpantau dilapangan, bagi pengendara yang mengikuti game dan dinyatakan menang oleh pihak panitia, maka hadiah-hadiah seperti helm, payung, kaos dan beberapa merchandise lainnya bisa dibawa pulang.
Usai nge-game, para biker diajak berkeliling sirkuit sebanyak lima kali untuk menyapa pengunjung yang datang, sambil menjajal sirkuit yang konon di klaim pihak panitia penyelenggara YCR, sebagai sirkuit terbaik di wilayah Sumatera. Selesai itu semua, baru dilaksanakan sesi foto bersama dengan pihak main dealer Yamaha Medan, dilanjut dengan beberapa kegiatan lainnya.
Tentu saja kehadiran YCR tidak serta merta dinikmati pebalap, tim dan penonton saja. Klub dan komunitas motor pun bisa nge-game dan berpartisipasi untuk meramaikan jalannya acara. Pengin tahu kenapa? Karena inilah dunia kebersamaan Yamaha!
   
Para peserta game safety riding sedang beraksi
|