Awasi Korosi Akibat Air Aki

Aki (Accu) tipe basah masih banyak diaplikasi pada motor yang beredar saat ini. Umumnya, pengguna motor harus mengecek kapasitas air aki setidak 6 bulan sekali untuk mengetahui apakah masih berada dalam batas yang ditentukan, atau harus menambahkan isi airnya.

Tapi ada hal lain yang juga harus diperhatikan para pemilik motor yang menggunakan aki tipe basah, yakni tumpahan air aki. Aki basah dilengkapi lubang pembuangan, dan ini perlu dapat perhatian lebih!

Tumpahan air aki yang tercecer dari selang saluran buang, bisa mengakibatkan korosi. Biasanya, tumpahan air aki melalui slang pembuangan timbul dari hasil penguapan akibat aki dialiri arus listrik.

Kandungan elektrolit yang terdiri dari asam sulfat itulah yang mengakibatkan korosi. "Aku memakai yamaha Mio sejak 2006 hingga saat ini dan udah ganti motor 3 kali dengan merk yang sama. Aku sudah pernah mengalami apa yang disebut dengan korosi air aki yang ada pada sasis,” ujar Soni penunggang Yamaha Mio yang tinggal di Perumnas Banyumanik Semarang.

“Karena slang tidak ada, pembuangan cairan jadi rembes ke sisi aki dan terus turun hingga ke baut. Bahkan, sampai membasahi sasis dan bikin karat,” tambahnya.

Solusi yang bisa ditempuh adalah penambahan slang pembuang sekitar 2 cm sebagai sambungan. Atau alternative terakhir yang gak bikin ribet adalah ganti aki dengan aki kering, karena aki kering tak memiliki lubang pembuangan layaknya aki basah.

Jadi, tak perlu kuatir cairan keluar dan basahi rangka.




   Share
This entry was posted in Hot Tips and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>