Hingga saat ini, berbagai sikap pro dan kontra para biker pada keputusan pemerintah yang menetapkan undang-undang No.22 tahun 2009, pasal 107 tentang Pemengemudi Sepeda Motor wajib menyalakan lampu utama di siang hari, masih saja ada.
Untuk ketentuan pidananya tertuang dalam Pasal 293 ayat (2) dimana setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari dipidana dengan kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp 100 ribu.
Munculnya peraturan ini cukup banyak menimbulkan pro dan kontra di kalangan bikers. Sebagian sikap kontra tersebut menyatakan bikin repot, bikin cepet rusak aki dan lampu. Namuan apa pun alasan itu, keputusan sudah dibuat, dan sebagai warga negara yang baik harus mematuhi peraturan yang dibuat pemerintah.
Bukan tanpa alasan, pengesahan undang-undang ini sesungguhnya hanya untuk satu tujuan, meminimalisasi kecelakaan, terutama bagi para bikers. Data yang tercatat, hampir setiap hari sekitar 10 biker meninggal akibat kecelakaan. Nah, kalo sudah begini siapa yang mau disalahkan. Apa bro sekalian mau jadi salah satu dari 10 orang yang tewas setiap harinya? enggak la yaww.
Menyalakan lampu siang hari hanya sebagian dari beberapa aspek keselamatan berkendara yang harus dilakukan para biker. Pasalnya, bentuknya yang kecil, serta posisinya yang sering terhalang mobil, pagar atau pohon hingga tak terlihat oleh pengendara lain, acap kali menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.
Untuk meminimalisasi kondisi ini, pemerintah merasa perlu menerbitkan undang-undang lalu lintas yang mewajibkan pengendara motor harus menyalakan lampu utama meski di siang hari. Hal ini untuk mempermudah pengendara mobil dan kendaraan lain mengetahui posisinya yang mungkin terhalang bodi mobil atau pohon.
Lantas apakah masalah lampu utama menyala di siang hari ini benar-benar efektif meminimalisasi kecelakaan?
Andry Berlianto, Instruktur dari JDDC Crash Free Int’l mengatakan bahwa hal itu sangat efektif. Walau dia sendiri belum memiliki data pasti berapa besar dampak yang dihasilkan untuk meminimalisasi kecelakaan, dia menegaskan bahwa hal itu efektif dilakukan.
“Hal ini pernah diuji coba oleh salah satu komunitas motor di Jakarta, mereka menggunakan dua unit motor dan sebuah mobil. Satu motor dengan kondisi lampu utama menyala dan yang satunya dengan lampu tak menyala. Motor yang lampunya menyala lebih terdeteksi dan terlihat di kaca spion mobil meski di jarak yang jauh, sementara motor yang lampunya tak menyala nyaris tidak terlihat,” jelas nya.
Pancaran sinar lampu yang ada di kaca spion, kata Andry, akan membantu pengendara lain lebih waspada terhadap kondisi sekitarnya, dan kewaspadaan itu akan membantu mengurangi potensi terjadinya kecelakaan.
Bagi para bikers yang masih bandel dan tak menghiraukan peraturan ini, bersukurlah karena masih bisa ngebut sampai sekarang. Dan kalaupun tertangkap, paling ditilang atau denda Rp 100 ribu. Tapi sadarilah bahwa hal buruk selalu membayangi perjalanan para bikers jika kurang hati-hati dan waspada. Dan menyalakan lampu utama itu akan lebih baik.
Naskah dan Foto : Dave/Istimewa
iya, tapi klo yg pake lampu HID kasian gan, refelktor isa panas bgt, apalagi klo jlan jauhh..
iya memang benar,tp ada bikers laen dr lawan arah yg krg peduli dg q-ta jg,sy pernah alami itu,bikers tsb menyalakan lampu tp lampu jarak jauh yg di nyalakan jd buat mata sy silau ampe berkunang-kunang sehingga sy sempat berhenti sejenak agar mata sy bs melihat dgn normal,krn bikers itu lampunya besar dan jg terang banget.kasian pengendara laen yg berlawanan arah dg dia,mungkin dia lupa atau tdk perhatikan lampu yg dinyalakan itu lampu jarak jauh,thx.
sy sangat setuju dengan dua kubu yg beri komentar sebelumnya dua2nya ada sisi baik buruknya, tapi yg jadi permasalahan saya adalah bila memasuki areal batalyon angkatan darat pada waktu malam hari harus / wajib matikan lampu, nah bayangkan saja saya harus turun atau matikan mesin dan jalan kaki sambil dorong motor kurang lebih 1 – 2 km jauhnya karna lampu tidak bisa dimatikan secara otomatis pd HOLDnya kecuali harus matikan mesinnya, saya mengharapkan adanya konfirmasi bagi pembuat undang-undang lalulintas dengan pihak ABRI (Angkatan Darat).
Kenapa gak pengendara mobilnya yang disuruh lebih waspada???
Dengan berbagai alasan keselamatan, selalu pengendara motor yang dikorbankan cape dehhh….
Padahal mereka kan bayar pajak juga?
sekarang bukan berguna atau tidaknya menyalakan lampu disiang hari dan sy tdk yakin dapat mengurangi kecelakaan. 80% kecelakaan terjadi dari arah depan atau berlawanan/ 2 arah dan sisanya dari arah belakang atau satu arah.jadi menyalakan lampu tdk efektif mengurangi kecelakaan krn walaupun kendaraan motor dr arah depan tdk menyalakan lampu kendaraan yg berlawanan arah pasti dapat melihat. yang haus diperbaiki adalah org yang berkendara tsb apakah benar2 bs mengendarai kendaraannya dgn baik, skrg seseorg yg baru bs berkendara dengan gampangnya mendapatkan SIM hy dgn membyr sejumlah uang ke oknum Polisi. yg harus diperbaiki adalah sistem pembuatan SIM, harus benar2 diseleksi dan transparan. tp saat ini Sim dgn mudah didapat dengan memberikan uang ttp bila tidak ada uang (tembak) keoknum jgn harap Sim didapat walaupun kita sdh puluhan kali mengikuti test. Jadi yang harus diperbaiki lampunya atau Polisinya? bagi yang setuju atas UU ini dan pejabat yg membuat UU ini mau nanya nih, Percaya atau tidak atas Ciptaan Tuhan? karena Tuhan telah menciptakan lampu yang Mega super kuat dan terang yaitu Matahari. yg tidak perlu kita melakukan apapun utk mendptkan sinarnya (gratis). klw memang tidak percaya atas ciptaannya dan kuasanya gw bs mengerti atas keputusan gan utk menyalakan lampu disiang hari. mungkin skrg Jaman sudah berubah lebih banyak orang yg tidak percaya dgn Tuhan dibanding dgn org yg percaya Tuhan.
PERATURAN ANEH…… SIANG2 LAMPU DINYALAIN. BENER2 PEMBOROSAN ENERGII ACCU.
GA HERAN, DI INDO BYK ATURAN ANEH,….
maaf sebelumnya… saya sempat bingung dengan keputusan pemerintah yg satu ini… di era yg panas ini.. apa menyalakan lampu itu tidak berpengaruh pada pemanasan global (globalwarming)
maaf saya cuma org bodoh. yang saya tau, lampu itu dinyalakan pada saat gelap/malam saja. karena memang itulah gunanya lampu….!!! kalo dinyalakan pada saat terang atau siang itu namanya pemborosan mas….!!!
saya cuma heran, koq bisa bikin suatu peraturan yg jelas2 ga masuk akal gitu…!!! jangan mentang2 krn itu sebuah peraturan atau uu lantas hrs kita terima atau taati??? bkn begitu cara penyelesaian masalahnya wahai pemerintah atau siapalah.
alasan bahwa dengan menyalakan lampu spd motor pd siang hari dapat mengurangi kecelakaan… menurut saya cm suatu alasan utk membenarkan peraturan yg dibuat. apa ada bukti nyata??? fakta??? dsb
indonesia… oh indonesia…. kalau org2 pintarnya cm bisa membuat peraturan spt ini, kapan majunya???
aparat disiplinkan!! aturan benar2 diterapkan!!! ga ada istilah damai / suap / sogok dsb. itu baru benerrrrr!!!!!
Jangan2 ada "main2" sama perusahaan lampu motor. #capekdee
asal bikin aja tuh tukang bikin uu LALIN…. tapi saya rasa tidak UU LALIN itu aja gan.Misalnya : sekarang kalo kita telat bikin akte kelahiran bakal kena denda Rp.800.000,- …. iya kalo tajir? kalo kanker ( kantong kering) ??? jangankan buat bikin akte kelahiran? buat makan aja susah??? capek deh… hukum ambu ra adul…
umpama di suruh menyalakan lampu, bararti yang ngasih peraturan ga' pake otak !!,
itu sama saja menjeleki anugrah Tuhan, sudah tau ada matahari yang panasnya kayak gitu, malah ada pemborosan energi !!!!
bayangin aja Gan !!! siang-siang panas2 jam 11, disuruh nyalain lampu, apa G gila coba !!
lau G nyalain lampu, malah ketilang,, huuuuh,,, Indonesiaku makin buruk di tambah ada peraturan yang kayak begituan
maaf sebelumnya,saya hanya orang bodoh yg gk tau apa",tpi setahu saya kecelakaan di akibatkan karena pengguna kendaraan tersebut yg ceroboh..
bukan karena lampunya..
saya aja yg tiap hari nyalain lampu kalo naek motor,tetep aja ada yg nabrak saya,padahal lampu nyala terang..
jadi kesimpulannya itu adalah takdir…
jakarta biangnya macet,,ngapain pake nyalain lampu disiang bolong,.berkendara plg cepet 40km/jam….bego aja tuch org kl sampe kecelakaan,,,,,,,SIMnya pasti nembak!!
yg buat peraturan pasti lupa akan rahasia TUHAN,,yaitu JODOH,REJEKI, MATI ( MAUT ),,yg namanya takdir mo diapain,,mo aman buat peraturan dilarang berkendara disiang hari, yakin kecelakaan berkurang..
bagaimanapun…hampir setiap alasan yang dibuat atas munculnya pasal itu sebenarnya terletak pada ketidakwaspadaan…motor tidak terdeteksi hanya karena lampu tidak nyala…itupun sebenarnya tetap jatuhnya kelalaian ada pada pengmudi kendaraan yang lebih besar…itulah mengapa setiap pengendara kendaraan dituntut konsentrasi tinggi…karena inilah penyebab utama…bukan dari yang lain…sopir mobil lalai dan kurang konsentrasi kok yang harus menanggung kewajiban malah pengguna motor…kl gak mampu konsentrasi lagi ya jgn nyetir mobil/kendaraan…TITIK
Berdasarkan pengalaman gw pribadi, gw pernah di-tilang
. Tapi ada kalimat yang masih gw inget yang MEREKA katakan kepada gw : (("ANDA PASRAH AJA MAS, INI BERDASARKAN SUARA TERBANYAK MAS !!"))..
Coba pikir kalimat tersebut : (INI BERDASARKAN SUARA TERBANYAK)..??
Seandainya MEREKA buat undang-undang BARU dan HARUS WAJIB berKONFIRMASI dengan seluruh masyarakat INDONESIA.. PASTI gw yakin undang-undang BARU yang mereka buat tidak akan RESMI, jika undang-undang BARU mereka MERUGIKAN seluruh masyarakat INDONESIA dan MENGUNTUNGKAN bagi MEREKA, kecuali MEREKA main belakang … !?
Seperti undang-undang berikut : Undang-undang No.22 tahun 2009, pasal 107 tentang Pemengemudi Sepeda Motor wajib menyalakan lampu utama di siang hari.
Jadi RUMUSAN ini jika menggunakan BERDASARKAN SUARA TERBANYAK yang benar :
SALAH : MEREKA > SK > MASYARAKAT = Hanya persetujuan dari MEREKA dan SK, tanpa MASYARAKAT tau dan sengsara menjalankannya.
BENAR : jika MEREKA > MASYARAKAT > SK > MASYARAKAT = MEREKA buat UU dengan persetujuan dari MASYARAKAT duluan kemudian ke SK dan balik lagi ke MASYARAKAT yang menjalankan karena setuju..
Jadi intinya seluruh MASYARAKAT INDONESIA harus diberitau duluan sebelum undang-undang yang MEREKA buat diSYAHkan / keluar dari SURAT KEPUTUSAN, JADI jangan sembarangan membuat UU yang hanya mementingkan EGO (kalangan atas).
di indonesia sih, peraturan dibuat hanya untuk dilanggar . masa pemerintah buat peraturan, tetapi aparat nya
(polantas atau apalah) melanggar juga .fuck
Ya elah tinggal nyalain doang susah amat boros energi berapa banyak sih?